Laporan Tugas
Pribadi
Entrepreneurship
MJ203I
Dosen Pembimbing:
M. Rachman Mulyandi, MBA
Disusun oleh:
Erni Astuti
(1014465463)
Sekolah Tinggi Manajemen dan
Ilmu Komputer
Tangerang 2012
Kata Pengantar
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat
Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami bisa
menyelesaikan Tugas Mandiri Entrepreneurship. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih
kepada Bpk.
M. Rachman Mulyandi, MBA selaku dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan
dalam menyelesaikan makalah ini. Tugas ini dibuat dalam rangka
memenuhi tugas mandiri sebelum Ujian Akhir Semester (UAS).
Mohon maaf atas kekurangan dan
kelebihan dari tugas mandiri yang saya buat ini jika ada kesalahan dalam pembahasan
maupun penulisan, karena saya masih dalam tahap belajar. Tugas Mandiri ini saya buat
dengan harapan semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman lainnya.
Tangerang, Mei 2012
Tangerang, Mei 2012
Memiliki buku kewirausahaan
Status : Tercapai
Keterangan : Saya sudah mempunyai buku Kewirausahaan.
Absensi di kelas teori lebih dari 85%
Status : Tercapai
Keterangan :
Alhamdulillah saya tidak pernah telat dan tidak pernah
tidak hadir pada absensi online kelas
dan praktikum di matakuliah Entrepreneurship.
Membuat artikel ilmiah
Status : Tercapai
Keterangan : Saya sudah membuat
jurnal.
BASIS DATA RELASIONAL DALAM
KREASI ORGANISASI FILE AKUNTANSI
(SUATU BAHASAN ATAS PENDEKATAN
PENYAJIAN INFORMASI AKUNTANSI
PERUSAHAAN BERBASIS KOMPUTER)
Sri Rahayu, ST.,MMSI.
Erni
Astuti
erni.astuti@si.raharja.ac.id (STMIK Raharja)
Abstraksi
Pendekatan Terpadu Sistem Manajemen DataBase (DBMS) memiliki dampak
yang signifikan terhadap cara laporan akuntansi informasi, terutama dalam
subjek untuk mengubah data ke dalam komunikasi yang
mudah dimengerti. Perangkat lunak audit pada dasarnya dirancang sesuai
dengan cara sistem pemodelan database.
Tulisan ini mencoba untuk
menjelaskan penciptaan database relasional secara teoritis dan
setiap aspek lain dari
database menggunakannya diri. Tujuan dari aplikasi database
telah memberikan kontribusi berbagai item laporan manajemen.
Siklus pemrosesan transaksi menyediakan kerangka apa yang
harus terpenuhi dalam kebutuhan informasi akuntansi, maka
database itu sendiri berorientasi pada siklus pemrosesan transaksi.
Pendekatan database
relasional sebenarnya memiliki ide yang sama dengan kegiatan
lain yang mempengaruhi bentuk database itu sendiri.
Sistem akuntansi bagaimanapun adalah salah satu bidang kerangka
konseptual dalam membangun laporan manajemen dalam satuan
moneter. Oleh karena itu, maka akan disarankan untuk akuntan dan
analis sistem informasi untuk memberikan perhatian lebih
untuk esensi dari database pemodelan akuntansi.
Kata kunci:
pemodelan database akuntansi, Manajemen Database Sistem (DBMS),
perangkat lunak audit.
Abstract
The
Integrated approach of DataBase Management Systems (DBMS) has
significant impact to the way of accounting information report, mainly in the
subject to change data into communication which is easily understandable. The
audit software is basically designed according to the way of database modelling
systems.
This paper attempts to explain the
creation of relational database theoretically and any other aspects of database
use it self. The aims of database application have contributed various items to
the management report. The transaction processing cycle supplies the framework
what has to be fullfilled in the needs of accounting information, therefore
database itself is oriented to the transaction processing cycle.
The Relational database approach
actually has the same idea with other activities which affected form of
database itself. The accounting systems however is one field of conceptual
framework in building the management report in monetary units. Therefore, it
will be suggested to the accountant and systems information analysts to pay
attention more for the essence of modelling accounting database.
Keywords: modelling
accounting database, Database Management Systems (DBMS), audit software.
1.
Pendahuluan
Basis data adalah
tempat kumpulan data. Basis data merupakan sumber informasi yang dapat dipakai
bersama. Setiap pemakai membutuhkan pandangan yang berbeda terhadap data yang
disimpan di dalam basis data. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terdapat arsitektur
komersial DBMS yang didasarkan pada perluasan arsitektur yang disebut sebagai
arsitektur ANSI-SPARC.
Menurut C.J. Date (1990), terdapat tujuh keuntungan dengan menggunakan
pendekatan basis data, yaitu
·
Redundansi dapat
dikurangkan (redundancy can be reduced).
·
Ketidakkonsistenan dapat
dihindari (inconsistency can be avoided (to some extent)).
·
Data dapat dibagikan (the
data can be shared).
·
Standar-standar dapat
diselenggarakan (standards can be enforced).
·
Pembatasan keamanan dapat
diterapkan (security restrictions can be applied).
·
Integritas dapat
dipertahankan (integrity can be maintained).
·
Keperluan yang
bertentangan dapat diseimbangkan (conflicting requirements can be balanced).
Terdapat dua
pendekatan yang dapat digunakan untuk penyimpanan data dalam sistem yang
berdasarkan komputer. Pendekatan pertama adalah menyimpan data dalam file
individual yang digunakan khusus untuk aplikasi tertentu, sedangkan pendekatan
kedua adalah penyimpanan data dalam sistem berdasarkan komputer meliputi
bangunan sebuah basis data.
Menurut Kendall (2002)
tujuan basis data yang efektif dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.
Memastikan bahwa data
dapat dipakai diantara pemakai untuk berbagai jenis aplikasi.
b.
Memelihara data baik
keakuratan maupun konsistensinya.
c.
Memastikan bahwa semua
data yang diperlukan untuk aplikasi sekarang dan yang akan datang disajikan
dengan cepat.
d.
Memperkenalkan basis data
untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan pemakai yang berkembang.
e.
Membolehkan pemakai untuk
membangun pandangan personalnya tentang data tanpa memperhatikan cara data
disimpan secara fisik.
Berdasarkan tujuan pendekatan yang efektif
ini, maka diperlukan tatanan organisasi sistem untuk mengatur manajemen sebagai
pusat penyedia informasi akuntansi sehingga diperlukan konseptual data yang
akan diproses untuk menghasilkan informasi keuangan yang standar.
Arsitektur
Pendekatan Basis Data
Ada tiga jenis
pendekatan dalam organisasi basis data yang mengacu pada tinjauan pemakai,
yaitu:
1.
Arsitektur Tingkat
Konseptual
Dalam pendekatan ini, dikembangkan suatu model data konseptual tertentu
yang menguraikan secara rinci model hubungan data antara entitas dan relasinya
dalam Entity
Relationship Diagram (ERD).
2.
Arsitektur Tingkat Logis
Dalam pendekatan ini, dikembangkan rancangan basis data secara logis
yakni hubungan sistematis antara data dengan segmen-segmennya.
3.
Arsitektur Tingkat Fisik
Pendekatan ini mengacu pada bagaimana arsitektur basis data diakses
secara langsung meliputi metode tertentu.
Data base Sebagai Bagian dari Sistem Informasi Akuntansi
Menurut
George H. Bodnar dan William S. Hopwood (1995), sistem informasi akuntansi
adalah sekumpulan sumber daya yang berupa manusia dan perlengkapan yang
dirancang sedemikian rupa untuk menyajikan informasi keuangan dan data lainnya.
Dari
definisinya ini, dapat diuraikan bahwa aspek pengelolaan basis data untuk
kepentingan penyusunan informasi merupakan salah satu kegiatan utama yang
mendukung terciptanya basis data tersebut.
Desain Kebutuhan Basis Data
Proses
penciptaan basis data mencakup tiga langkah utama, yaitu: menentukan kebutuhan
data, menjelaskan data tersebut dan memasukkan data, tersebut ke dalam
database. Selanjutnya dalam proses
penentuan kebutuhan data dikenal dua macam pendekatan, yakni: pendekatan
berorientasi proses dan pendekatan model perusahaan.
Dalam
pendekatan model data perusahaan, para analis harus mengetahui terlebih dahulu
sistem akuntansi yang dijalankan oleh suatu organisasi usaha yang menyangkut
deskripsi kegiatan, dokumen dan catatan akuntansi yang dipakai, laporan yang
dihasilkan, prosedur sistem dan jaringan prosedur sistem serta unsur
pengendalian intern. Pemahaman terhadap sistem akuntansi perusahaan akan
berdampak pada bagaimana analis dan programmer sistem memandang jenis dan
format data yang akan ditampilkan dalam laporan akuntansi dan data masukan
manajemen.
2. Rumusan
Persoalan
Penelitian ini merumuskan persoalan sebagai berikut:
1.
Bagaimana
proses relasional basis data bagi kepentingan pemakai sistem informasi yang
efektif terhadap laporan yang dihasilkan?
2.
Langkah-langkah
apa saja yang perlu diperhatikan untuk memanfaatkan organisasi database yang
telah dirancang bagi pengambil keputusan (decision maker)?
3.
Di
mana peran basis data relasional dalam menyusun program aplikasi untuk tujuan pemeriksaan
(audit)?
3.
Metodelogi Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan
pendekatan tinjauan pustaka atau riset perpustakaan (library research) yaitu
dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka baik jurnal, buku,
materi kuliah, dan sumber lain yang berhubungan dengan kegiatan dalam
mengadakan penelitian pustaka yang digabungkan dengan studi kasus untuk contoh
perusahaan yang berkaitan dengan penerapan basis data perusahaan. Dan digunakan
juga menggunakan metode analisis, untuk menggambarkan mengenai permasalahan
yang ada pada mekanisme permodelan database perusahaan.
4. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam
penulisan ini adalah:
a.
Untuk
mengetahui prinsip-prinsip dasar dalam penggunaan basis data relasional
terhadap penyajian informasi keuangan perusahaan.
b.
Untuk
memperoleh pemahaman bahwa pemanfaatan basis data relasional akan berdampak
pada pengambilan informasi yang terstruktur dalam kepentingan bisnis
perusahaan.
Alasan
pemilihan Topik Bahasan
Ada beberapa alasan untuk mengambil topik
ini adalah:
a.
Basis
data relasional secara konseptual merupakan dasar penyusunan model laporan yang
akan disajikan dalam informasi akuntansi.
b.
Untuk
kepentingan programmer akuntansi dalam menyediakan program berbasis
pengendalian interen dimana programmer harus memperhatikan aspek antara
hubungan akun dengan dokumen sumber dan dokumen pendukung.
5. Pembahasan
Pembahasan
dalam basis data ini, diuraikan mengenai konsep organisasi basis data, desain
kebutuhan database, aplikasi bagi pemakai dan manfaat basis data tersebut bagi
para pemakai.
5.1 Proses Basisdata SIA
Organisasi
basis data untuk penyajian informasi akuntansi didasarkan dokumen sumber dan
pendukung yang dikelompokkan dalam siklus pengolahan transaksi masing-masing.
Pendekatan yang digunakan dalam organisasi database menggunakan prinsip
kegiatan siklus pengolahan transaksi antara lain: siklus pendapatan, siklus
pengeluaran, siklus produksi dan siklus keuangan.
Proses
penyusunan laporan keuangan merupakan aplikasi dari siklus akuntansi yang
berawal dari persiapan dokumen transaksi sampai menjadi neraca lajur dan
laporan keuangan. Informasi yang tercantum dalam laporan keuangan merupakan
data dari dokumen masukan yang diinput baik secara manual ataupun komputerisasi
yang memiliki hubungan sistematis (systematically relation) diantaranya.
5.2 Siklus Pemrosesan Transaksi
Konsep
basis data mengacu pada kegiatan siklus pengolahan transaksi yang umumnya
terdiri dari; siklus pendapatan, siklus pengeluaran, produksi dan keuangan.
Selanjutnya kegiatan proses dalam siklus ini dapat diuraikan:
1.
Identifikasi jenis
transaksi yang dicatat
2.
Arsipkan formulir
transaksi dalam suatu arsip file.
3.
Identifikasikan jenis
formulir/dokumen yang berkaitan
4.
Tentukan hubungan antara
setiap formulir tersebut.
5.
Identifikasikan isi dan
bentuk laporan yang akan disajikan dengan tahapan berikut : buat file induk,
perbaharui jurnal, perbaharui buku besar dan sajikan laporan keuangan atau
laporan manajemen lainnya.
5.3 Model Basis Data Relasional
Fokus
perancangan basis data adalah pada pengembangan sistem organisasi basis data
yang berorientasi bagi kebutuhan para pemakai. Oleh karena itu, pendekatan
model data ini diarahkan pada tiga tahap perancangan basis data, yaitu desain
basis data konseptual, desain basis data logis dan desain basis data fisik.
a. Desain Basis Data Konseptual
Desain database konseptual melibatkan penemuan dan analisis terhadap kebutuhan data organisasi. Perangkat utama yang digunakan dalam pembuatan sebuah model data adalah diagram relasi entitas.
Tingkat asosiasi antara dua entitas ditampilkan yakni jumlah record dalam satu file yang dihubungkan dengan satu record tunggal di file lain.
b. Desain Basis Data Logis
Desain basis data ini merupakan pengembangan dari sudut pandang secara konseptual pemakai ke dalam tabel-tabel. Tabel-tabel ini pada akhirnya akan digunakan untuk mendeskripsikan basis data secara fisik bagi para pemakai akhir untuk pengambilan keputusan. Tinjauan secara sistematis sebagai berikut:
a. Desain Basis Data Konseptual
Desain database konseptual melibatkan penemuan dan analisis terhadap kebutuhan data organisasi. Perangkat utama yang digunakan dalam pembuatan sebuah model data adalah diagram relasi entitas.
Tingkat asosiasi antara dua entitas ditampilkan yakni jumlah record dalam satu file yang dihubungkan dengan satu record tunggal di file lain.
b. Desain Basis Data Logis
Desain basis data ini merupakan pengembangan dari sudut pandang secara konseptual pemakai ke dalam tabel-tabel. Tabel-tabel ini pada akhirnya akan digunakan untuk mendeskripsikan basis data secara fisik bagi para pemakai akhir untuk pengambilan keputusan. Tinjauan secara sistematis sebagai berikut:
v Menciptakan
tabel yang tidak dinormalisasikan pada formulir
Pada
tahap ini, formulir masih berupa form masukan yang masih sederhana sehingga
perlu diatur lebih rapi. Pengumpulan dokumen ini dilakukan secara berkelompok.
Penting bagi analis sistem untuk melakukan studi kelayakan terhadap kebutuhan
data yang akan dijadikan dokumen sumber dan pendukung sehingga proses akuntansi
yang menghasilkan laporan keuangan dalam hal ini akan tersusun dengan baik.
v Menentukan
Relasi Antara Tabel-tabel
Spesifikasi
relasi antar tabel perlu dilakukan atas dasar tiga jenis asosiasi data, yaitu :
satu dengan-satu (1:1), satu-dengan-banyak (1:M) dan banyak-dengan-banyak
(M:M). Kecermatan dalam pentabelan ini juga memperhatikan bukti-bukti audit
secara fisik untuk informasi laporan keuangan dalam siklus audit dengan
melakukan penelusuran atas hubungan antara setiap dokumen bagi pemrosesan
berdasarkan sistem komputeriasi.
v Membuat
Identifikasi Data
Identifikasi
data merupakan kekayaan sebuah formulir yang berisi tentang material data yang
akan ditampilkan dan diproses dalam sebuah formulir transaksi. Nama lain dari
identifikasi data adalah kamus data (data dictionary) yang berisi
atribut-atribut formulir.
v Membuat
Relasi Antar Tabel
Sebelum
menentukan hubungan relasi antar tabel yang merupakan hubungan item kunci antar
formulir, maka terlebih dahulu menentukan kunci utama dari sebuah formulir.
Kunci utama (primary key) ini merupakan atribut data yang mewakili sebuah formulir dan menghubungkannya
dengan form lain untuk keperluan pemrosesan.
v Penempatan
kunci-kunci asing dalam tabel
Setelah
terbentuknya asosiasi antar tabel, maka tugas selanjutnya adalah menghubungkan
nilai setiap kunci dalam setiap database relasional yang bersangkutan.
Penempatan kunci-kunci asing dalam tabel akan membantu pada desain hubungan
antara setiap masukan untuk menghasilkan laporan yang komplet.
a.
Kunci-kunci
dalam asosiasi 1:1
Kunci ini digunakan, jika
terdapat asosiasi 1:1 diantara tabel-tabel, terdapat fleksibilitas kunci primer
yang dapat menjadi kunci asing dalam tabel yang saling berkaitan tersebut.
b.
Kunci-kunci
dalam asosiasi 1:M
Kunci ini akan dirancang, jika
terdapat asosiasi M, kunci primer untuk sisi 1 ditanamkan dalam tabel di sisi
M.
c.
Kunci-kunci
dalam asosiasi M : M
Untuk menyajikan asosiasi M : M diantara database.
v Membuat
Normalisasi Tabel
Normaliasi
merupakan bentuk transformasi tinjauan pemakai yang kompleks dimana data
tersimpan ke dalam sekumpulan bagian struktur data yang kecil dan stabil.
Normalisasi merupakan kegiatan perlakuan data untuk menyederhanakan sebuah
tabel data agar lebih terstruktur dan mudah digunakan.
Suatu tahapan dalam normalisasi umumnya meliputi
tiga langkah utama, yaitu:
a.
Penghilangan
bentuk perulangan (redundancy)
Tahap pertama dari proses normalisasi adalah
menghilangkan semua kelompok terulang dan mengidentifikasikan kunci utamanya.
b.
Mengubah
ketergantungan parsial
Dalam tahap ini, atribut-atribut data yang bukan
merupakan kunci utama (primary key) sedikit demi sedikit diubah bentuknya dan
diletakkan dalam hubungan lain.
c.
Mengubah
ketergantungan transitif
Tahap ini
merupakan tahap terakhir, dimana semua atribut bukan kunci akan tergantung pada
atribut bukan kunci lainnya.
5.4
Langkah-langkah Pemanfaatan Basis Data Relasional
Ada beberapa langkah
yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan kembali database yang telah dirancang.
Langkah-langkah ini antara lain:
a. Memilih sebuah relasi dari basis data: Langkah
ini dilakukan dengan cara menjaga directory/tujuan pemakai sebagai
memori bantuan
b. Menggabungkan dua relasi secara bersamaan: Gabungan
operasi ini dimaksudkan untuk mengambil dua relasi dan menempatkannya secara bersamaan untuk
membuat relasi yang lebih besar
c. Membangun kolom dari relasi: Kegiatan ini
dilakukan dengan membangun relasi yang lebih kecil dengan hanya memilih atribut
yang relevan dari relasi yang ada.
d. Memilih baris dari relasi: Pemilihan baris
akan membuat sebuah hubungan baru (yang lebih kecil) dengan mengekstrasi record
yang berisi sebuah atribut yang bertemu syarat tertentu.
e. Membagi atribut yang baru: Langkah ini
meliputi manipulasi data yang ada ditambah beberapa parameter tambahan (jika diperlukan)
untuk memperoleh data baru. Kemudian, kolom baru dibuat untuk hasil relasi.
f. Memberi indeks atau mengurutkan baris: Pengindeksan
merupakan susunan baris secara logika dalam sebuah relasi menurut beberapa kunci,
sedangkan pengurutan merupakan penyusunan sebuah relasi secara fisik.
g. Menghitung total untuk menampilkan hitungan: Jika
sub kelompok data yang tepat telah ditentukan dan baris relasi telah disusun
maka total dan hasil hitungan dapat dilakukan.
h. Menampilkan data: Langkah terakhir dalam
mendapatkan kembali data adalah presentasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel,
grafik, gambar dan sebagainya.
6. Kepentingan Auditor terhadap Basis Data Relasional
Pemeriksaan
akuntansi dalam ruang lingkup pengolahan data elektronik didasarkan penanganan formulir
atau dokumen dan laporan keuangan untuk menentukan tingkat kewajaran dimana
prosesnya semi atau komputerisasi penuh.
Teknik audit dengan komputer dimana perangkat
lunak (software) mendasarkan pada proses transaksi dalam siklus
akuntansi, akan terlihat bahwa terdapat hubungan yang seimbang diantara setiap penyimpanan
data dengan entitas pengelolanya sehingga kita dapat mengamati adanya keluaran sebagai
hasil dari proses pencatatan tersebut.
Pengaruh basis data relasional terhadap
model pemrograman yang diterapakan adalah:
a. Adanya proses yang logis dalam siklus akuntansi khsusus pada akses data dan laporan, sehingga audit yang digunakan dapat ditelusuri karena proses audit berkebalikan dengan proses akuntansi.
a. Adanya proses yang logis dalam siklus akuntansi khsusus pada akses data dan laporan, sehingga audit yang digunakan dapat ditelusuri karena proses audit berkebalikan dengan proses akuntansi.
b. Hubungan relasi antar tabel melalui kunci-kunci utama/primary
keys, mencerminkan alur darimana laporan atau informasi akuntansi tercapai
sehingga dengan pemahaman ini, analis dapat merancang dan menelusuri jejak
dokumen transaksi sebagai bukti audit ke dalam posting pembukuan masing-masing.
Disinilah,
kita memperoleh pemahaman bahwa software audit adalah berorientasi pada
siklus audit yang dapat ditelusuri memiliki perbedaan dengan siklus akuntansi,
sehingga model database relasional memberikan tampilan data dan atribut yang
sesuai dengan entitasnya menurut prosedur dalam sistem akuntansi tertentu.
7. Simpulan
Sebagai bagian akhir
dari penulisan ini, dapat diuraikan:
a.
Suatu pendekatan teoretis
bahwa permodelan data relasional dapat menjamin suatu ketepatan pemakai
terhadap kebutuhan pelaporan.
b.
Memanfaatkan basis data
sebagai bagian dari proses penyajian informasi yang lebih terstruktur merupakan
suatu bukti dari perkembangan orientasi jenis data bagi kebutuhan pemakai.
c.
Penting untuk diketahui
oleh analis dan programmer sistem bahwa desain laporan tidak akan tampil dalam
bentuk yang langsung dapat diakses tanpa adanya hubungan relasional yang
sistematis dari masing-masing tabel dalam sebuah formulir.
d.
Untuk merancang program
audit dengan komputer, diperlukan pendekatan basis data yang berbasis hubungan
antar tabel untuk melihat proses akuntansi berjalan dengan logis yang
mencerminkan informasi berasal dari berbagai jenis formulir.
Daftar Pustaka
[1] Abdul Kadir. Konsep dan Tuntunan PraktisBasis Data. Penerbit
ANDI, Yogyakarta. 1998.
[2] Geoge H. Bodnar and William S. Hopwood. Accounting Information
Systems. Prentice Hall-International Edition, New Jersey. 1995.
[3] Horngren, Harrison, Robinson dan Secokusumo. Akuntansi di
Indonesia. Buku Satu, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. 1997.
[4] James A. Hall. Accounting Information Systems. Prentice
Hall-International Edition, New Jersey.1998.
[5] Jogiyanto, H.M. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Pendekatan
Terstruktur: Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Penerbit ANDI, Yogyakarta.
1989.
[6] Kendall dan Kendall. Analisis dan Perancangan Sistem (Systems
Analysis and Design). Versi Bahasa Indonesia. PT. Indeks, Kelompok
GRAMEDIA, Jakarta. 2003.
[7] Nugroho Widjayanto. Sistem Informasi Akuntansi. Penerbit
LP-FEUI, Jakarta. 1988.
[8] Raymond McLeod, Jr. Sistem Informasi Manajemen. Versi Bahasa
Indonesia. Edisi Ketujuh. Jilid 1. PT. Prenhallindo, Jakarta.2001
[9] Idris Asmuni dan Rangga Firdaus. Seminar
Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI),Yogyakarta. 2005
Pengabdian kepada masyarakat
Status :
Tercapai
Keterangan : Saya sudah mengikuti berbagai macam pelatihan yang diadakan
oleh REC di Perguruan Tinggi Raharja.
Memiliki website dan semua tugas pribadi
dimasukkan ke dalam website
Keterangan :
Saya sudah memasukkan semua tugas pribadi di blog nie-archie.blogspot.com
PENUTUP
Pada dasarnya
laporan ini dibuat sebagai pelengkap dan suatu syarat untuk dapat melaksanakan
tugas mandiri, setelah penulis merasakan dalam pembuatan tugas mandiri ini,
penulis dapat menarik atau memberikan kesimpulan dan saran sebagai berikut:
KESIMPULAN
Memahami permasalahan yang belum pernah dihadapi,
berbagai macam problem penulis temukan dalam pembuatan laporan ini, banyak
materi yang tidak diajarkan di kelas, namun dituntut untuk bisa dan memahami
dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini sangat berguna karena di
lingkungan masyarakat kita dituntut untuk bisa melakukan hal-hal yang berbau SI atau IT tidak penting
kita bisa ataupun tidak.
SARAN
Kegiatan
tugas mandiri ini harus tetap dipertahankan karena sangat bermanfaat bagi
mahasiswa/i. Akhirnya, penulis berharap semoga tugas mandiri ini dapat memenuhi
kriteria dalam penilaian dan juga dapat bermanfaat bagi mahasiswa/i lainnya.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar